Ada beberapa point agar tidak remidi yaitu serius dan tidak meremehkan suatu pelajaran, trus mengapa kita masih harus berbuat seperti itu, nih soalnya :
1. Berikan Perbedaan antar LAN, MAN, dan WAN minimal 2 perbedaan.
2. Di indonesia ada banyak internet services provider, sebutkan minimal 3 ISP dan koneksi intertnet apa yang disediakan.
3. Apa yang dimaksud dengan :
a. Komputer Server
b. Komputer Client
c. Komputer Proxy
4. Pak Mahmud ingin membuka warnet dengan menggunakan speedy sebagai koneksinya dan dia berencana menggunakan 10 komputer. jelaskan perangkat apa saja yang harus di disediakan agar semua komputer terhubung semua dengan internet dan topologi apa yang efektif (daris segi biaya dan instalasi)
5. Sebutkan macam-macam TOPOLOGI JARINGAN, dan jelaskan perbedaannya?.
11.07.2009
Remidi XI IS
Label: soal remidi
Diposkan oleh Herman Santoni di 07:10 0 komentar Link ke posting ini
11.05.2009
Bagaimana harus menyikapi hidup
Ah......... kadang hidup memang sangat sulit untuk diprediksi, susah untuk dimengerti dan tak bisa dijabarkan ketika esok hari tidak seindah apa yang kita mimpikan tapi terkadang juga hidup sangatlah menyenangkan tatkala semuanya berjalan sesuai dengan keinginan kita, ya begitulah hidup dan kita dituntut untuk pintar-pintar menyikapi dan selalu bersyukur dengan apa yang kita peroleh saat ini dan janganlah cepat merasa puas dengan apa yang telah kita peroleh.
Terkadang memang membingungkan di satu sisi kita harus menjalaninya namun disisi lain kita harus saling berlomba untuk menjadi yang terbaik. Namun yang pasti jadilah diri kita sendiri kerjakan sesuatu sesuai dengan apa yang kita miliki dan mampu dengan tidak mengenyampingkan hal bahwa kita harus terus dan terus menata hidup kearah yang lebih baik. Nah disinilah yang terkadang sulit bagi kita menempatkan dan menyempatkan diri untuk hal yang satu ini, hanyalah keinginan yang kuat dan keyakinan yang teguh yang bisa menjadikan diri kita sesuai dengan apa yang kita harapkan.
Label: Bahagia, herman santoni, kebersamaan, kehidupan, Saudaraku
Diposkan oleh Herman Santoni di 08:07 0 komentar Link ke posting ini
10.17.2009
Seorang Pendidik dituntut sabar dan .....
Sungguh berat beban seorang pendidik atau guru, ini saya rasakan setelah saya baru dan belum sampai 1 semester saya diberi kepercayaan untuk mengajar. Sungguh saya rasakan sangatlah beban beban seorang guru, bagaimana tidak?? kita harus tampil dan menjadi tauladan bagi siswa-siswi padahal yang paling sulit bagi manusia adalah merubah kebiasan secara spontan, dari yang sebelumnya kita tampil dengan santai ( celana pendek ketika jalan sore2) kemudian mengubah tidak memakainya lagi, apalagi ketika dilingkungan sekolah seorang guru dituntut tampil se perfect mungkin, jangan menampakkan rasa kesal, capek dan tidak enak hati didepan murid-murid, karena hal itu akan menimbulkan image dan dampak yang sangat tidak baik.
Pantaslah jika guru disebut sebagai profesional oleh bapak presiden kita SBY, karena tugas seorang guru memanglah sangat berat.
Diposkan oleh Herman Santoni di 23:18 0 komentar Link ke posting ini
10.12.2009
Selamat pagi dunia indonesia...!
Selamat pagi indonesia..
Biarkan senyummu terurai disela tetesan embun pagi
Teriringi senandung burung di rimbun pohon
hah.................
Kutarik napas dalam menghirup segarnya udara
Sejenak hilang rasa penat
Terbang bersama mimpi semu
Kutatap sisa-sia bintang yang masih setia temani sisa malam
Selamat pagi indonesia
Segarkan dirimu, geliatkan badanmu
Lupakan sgala penatmu
Lupakan perihmu atas derita jawa barat
Lupakan sakitmu dengan jeritan sumatra
Mari kita tatap masa depan
Tatapan penuh asa dan cita
Selamat pagi indonesia
Tunjukkan kalo kita bisa
Beritahu mereka bahwa kita tetap tegak
Selamat pagi indonesia
Label: bencana, indonesia, kebersamaan, tercinta
Diposkan oleh Herman Santoni di 07:17 0 komentar Link ke posting ini
9.27.2009
Apa yang kita peroleh..???
Bulan puasa telah kita lalui, sebulan penuh gemblengan rohani telah kita jalani hingga hari raya idul fitri sebagai simbol kemenangan kita terhadap berbagai cobaan. godaan dan rayuan duniawipun telah kita laksanakan, Nah sekarang yang mejadi renungan bagi kita selanjutnya adalah apa yang telah kita peroleh dari semua itu dan akankan semua yang telah kita laksanakan dan kemenangan yang jua telah kita raih akan membekas dan berlanjut pada hari-hari, bulan-bulan setelah bulan syawal ini.
Semoga semuanya tidak hanya temporal dan ceremonial saja. terkadang gurauan diantara teman-teman saya juga pernah terlontar kenapa kita terakdang kembali ke asal muasal kita lagi seperti sebelum bulan puasa. misalnya jika pada saat bulan puasa kita rajin melakukan sholat sunnah Trawih bahkan Tahajjud, nah setelah bulan puasa lambat laun hilang dan terkadang bahkan tidak pernah kita melakukan sholat sunnah Tahajjud, jika pada pada bulan puasa kita rajin sedaqoh, setelah bulan puasa kita jarang dan bahkan tidak melakukannya lagi. dan banyak lagi aktifitas ibadah yang sering kita lakukan dibulan puasa semuanya sirna dan tidak pernah kita lakukan setelahnya. Nah ini yang saya tanyakan apa yang kita peroleh selama bulan puasa ?, yach.. yang namanya peroleh tentunya untuk bulan-bulan selain bulan puasa hal yang kita peroleh selama bulan puasa akan kita lakukan/amalkan setelah bulan puasa.
Mari kita saling mengingatkan, dan usahakan apa yang kita telah jalani selama bulan puasa kita juga akan menjalankannya di hari di luar bulan puasa.
Label: ibadah, idul fitri, puasa, ramadhan, Sahabat
Diposkan oleh Herman Santoni di 13:48 0 komentar Link ke posting ini
9.20.2009
Selamat Hari Raya Idul Fitri
Hilangkan s'gala rasa benci dihati
Hapuskan semua yang akan membuat kita larut dalam dengki
Putihkan noda hitam yang tlah kita buat
yang t'lah dia penah lakukan buat kita
yang t'lah pernah mereka coretkan dalam hati kita
kembalilah pada kemenangan sejati
laksana baru dilahirkan
tatap masa depan dengan pancaran mata gemilang
Songsong esok hari dengan dengan penuh suka cita
"TAQOBBALALLAHU MINNA WA MINGKUM"
Label: hari raya, hati, idul fitri, maafkanlah
Diposkan oleh Herman Santoni di 05:26 0 komentar Link ke posting ini
9.18.2009
Malaysia akan segera klaim masakan
Sehubungan dengan maraknya sejumlah tuntutan bahwa malaysia telah mencuri dan mengklaim budaya-budaya indonesia (tarian dan reog ponorogo) kini malaysia akan segera mengklaim balik dan mempatenkan sejumlah masakan yang dianggapnya asli dari malaysia. Ada beberapa masakan yang dianggapnya milik kebangsaan malaysia seperti nasi yang kita kenal dengan nama "nasi lemak" yaitu nasi yang dimasak dengan santan trus sup mi kuah pedas, kepiting pedas kata menteri pariwisatanya pokoknya akan segera diklaim deh.. (paling panas ya karena dianggap pencuri kebudayaan) he..
Dan katanya juga akan di merek dagangkan semua masakan yang dianggap kepunyaan negara jiran tersebut. Nah kalo masakan aja malaysia berani menuntut gimana kita yang punya pulau buaanyak yach,,, apa pemerintah juga berani mempatenkan pulau-pulau terluar kita hingga tidak ada klaim-klaim lagi akan kepemilikan pulau NKRI yang paling luar ya.. tolong pak menteri kesatuan negara kita juga di pertahankan dong pokonya semuanya deh.. tidak hanya tarian, masakan, lagu dll pokoknya semuanya yang berhubungan dengan kekayaan NKRI (budaya, intelektual, kuliner, geografis) tolong dipertahankan juga ya patenkan kalo perlu beri merek dagang juga pokoknya gimana caranya biar tidak ada klaim lagi.
Label: indonesia, mahal, masakan, menpora, misteri, NKRI
Diposkan oleh Herman Santoni di 04:57 0 komentar Link ke posting ini
9.15.2009
Sekelumit lebaran di kampung kami
Bagi orang kampung seperti saya hari raya merupakan hari yang sangat indah, teringat masih kecil saya dimana hari raya merupakan lembaran baru, baru segala-galanya mulai pakaian, cat rumah dll dan juga saya yakin ini juga terjadi pada hampir setiap umat muslim di indonesia. Bahkan ketika hari raya hal yang terkadang dilarang bagi anak kecil didesa kami menjadi hal yang diperbolehkan seperti merokok, diluar hari raya pastinya dimana saja anak kecil (anak SD) dilarang oleh orang tuanya untuk merokok tapi didesa kami ketika hari raya anak seumuran itu diperbolehkan oleh orang tuanya bahkan terkadang di belikan oleh orang tua. lucu ya.. tapi jangan coba2 setelah hari raya untuk merokok lagi.
ada cerita lucu ketika saya masih kecil, waktu itu kami sekelompok ( karena biasanya kita keliling silaturrahim berkelompok sesama teman2 seumuran) bertamu disalah seorang tetangga jauh kami sekitar 1 km dari rumah kami dengan jalan kaki ketika bertamu saya dengan bangganya menyalakan rokok yang ada disaku dengan menggunakan korek api kayu, setelah rokok saya nyalakan dengan enaknya saya membuang bebas sisa kayu korek yang masih ada sisa apinya, kopipun disuguhkan oleh tuan rumah, tanpa disadari korek yang saya buang itu jatuh di tumpukan jerami kering yang ada di samping tempat saya duduk bersama dengan teman2, yach... alamat deh.. tumpukan jerami tersebut kebakar bersama dengan warung tempat jerami itu disimpan. akhirnya silaturahmi yang seyogyanya kami lakukan dengan canda dan keakraban berubah dengan hiruk pikuk memadamkan kobaran api.
Label: hari raya, idul fitri, kampung, maafkanlah, silaturrahim
Diposkan oleh Herman Santoni di 04:57 0 komentar Link ke posting ini




