Tampilkan postingan dengan label menpora. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label menpora. Tampilkan semua postingan

18 September 2009

Malaysia akan segera klaim masakan

Sehubungan dengan maraknya sejumlah tuntutan bahwa malaysia telah mencuri dan mengklaim budaya-budaya indonesia (tarian dan reog ponorogo) kini malaysia akan segera mengklaim balik dan mempatenkan sejumlah masakan yang dianggapnya asli dari malaysia. Ada beberapa masakan yang dianggapnya milik kebangsaan malaysia seperti nasi yang kita kenal dengan nama "nasi lemak" yaitu nasi yang dimasak dengan santan trus sup mi kuah pedas, kepiting pedas kata menteri pariwisatanya pokoknya akan segera diklaim deh.. (paling panas ya karena dianggap pencuri kebudayaan) he..
Dan katanya juga akan di merek dagangkan semua masakan yang dianggap kepunyaan negara jiran tersebut. Nah kalo masakan aja malaysia berani menuntut gimana kita yang punya pulau buaanyak yach,,, apa pemerintah juga berani mempatenkan pulau-pulau terluar kita hingga tidak ada klaim-klaim lagi akan kepemilikan pulau NKRI yang paling luar ya.. tolong pak menteri kesatuan negara kita juga di pertahankan dong pokonya semuanya deh.. tidak hanya tarian, masakan, lagu dll pokoknya semuanya yang berhubungan dengan kekayaan NKRI (budaya, intelektual, kuliner, geografis) tolong dipertahankan juga ya patenkan kalo perlu beri merek dagang juga pokoknya gimana caranya biar tidak ada klaim lagi.

14 November 2008

Sepak bola nasional tercoreng lagi

Lagi-lagi pemukulan anarkhisme terjadi di sepak bola nasonal kita, kali ini tragedi kekerasan di lapangan hijau menimpa kedua wasit (wasit utama dan wasit pengganti). Wasit utama dikeroyok sedemikian rupa (ditendang dan di hantam) laksana film kolosal sehingga tidak bisa memimpin jalannya pertandingan lagi dan digantikan wasit pengganti,. Tapi apa daya namanya preman lapangan hijau, wasit penggantipun tidak luput dari hantaman dan kejaran pemain laksana maling ayam dikejar keliling lapangan hingga kostum wasit yang dikenakan tertarik dan lepas (jadi takut nontong sepak bola nasional apalagi main dan jadi wasit,,,, ngeri...). Terlepas dari alasan apapun yang namanya kekerasan harus ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku (KUHAP pasal 35).
Dan saya sangat mendukung pendapat dan kecaman MENPORA (Bpk. Adyaksa Daud) bahwa pemain harus ditindak sesuai dengan hukum yang berlaku bahkan dilarang main seumur hidup dipersepak bolaan nasional kitam, hal ini dimaksudkan untuk membuat jera pemain lokal bahkan pemain asing sekalipun, bahwa di negeri kita premanisme lapangan hijau sangat dilarang.
Dan harapan saya semoga KOMDIS PSSI memperhatikan dengan sangat persoalan ini, dan tidak seperti kasus-kasus sebelumnya, yang terkadang sanksi awal begitu berat tetapi ketika banding sanksi akan melempem. Dan buat pak polisi berantas juga premanisme di lapangan hijau jangan cuma di jalanan, terminal, pasar dan stasuin.