Tampilkan postingan dengan label desa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label desa. Tampilkan semua postingan

28 Agustus 2011

Tradisi malam ganjil 21 dan 27 di bulan Romadhan

Banyak cara untuk menandakan datangnya malam ganjil utamanya malam 21 dan 27 pada malam dibulan romadhan. Mungkin di hampir seluruh wilayah indonesia memiliki ciri khas tersendiri untuk menandai malam tersebut.
Di desa kami tepatnya di hampir seluruh kecamatan batang-batang sumenep memiliki tradisi unik yaitu menandai datangnya malam ganjil 21 dan 27 dengan mengadakan slametan biasanya memotong ayam pada malam 21 dan membuat nasi ketan pada malam 27. dan kemudian bagi yang sudah menikah atau memiliki mertua biasanya akan sowan ke mertua sambil membawa masakan tersebut. Namun tradisi ini semakin memudar seiring dengan waktu padahal sangat disayangkan.
Dan ada masakan yang unik ketika malam 27 yaitu minuman pendamping ketan, yaitu kami menyebutnya dengan sarekaje (minumam srikoyo) yang terbuat dari santan yang dimasak dan dicampur telor ayam. ini yang menimbulkan rasa lebih nikmat pada saat menyantap olahan ketan.

Anda tertarik untuk mencoba olahan ketan + Sarekaje silahkan datang kedesa kami. :)

31 Agustus 2009

Puasa Didesa Sungguh berbeda

Berpuasa didesa sungguh berbeda, teman-teman pastinya bertanya apanya yang beda toh sama2 berpuasa tidak makan dan tidak minum, berbeda maksud saya disini adalah berbeda dalam hal suasana berbuka, taraweh dan sesudah taraweh. Kalo dikota ketika menjelang berbuka kita ngabuburitnya ke mall atau ke alun-alun kota beda dengan di desa kita ngabuburitnya ke tegalan sawah dan gunung/bukit. Trus waktu buka puasa kalo dikota berbukanya di rumah masing-masing kalo didesa biasanya berbukanya bareng-bareng di warung pinggir jalan paling-paling hanya minum es atau makan bubur beras, sangat terasa kebersamaanya bukan..??
Trus jika dikota sehabis taraweh nonton tv dirumah masing-masing nah kalo didesa yang cowok-cowok ato bapak-bapak bareng2 dalam satu grup main music kentongan atau istilahnya tong-tong, kampng jadinya rame. Biasanya kita akan main musik tong-tong sambil jalan hingga ke desa sebelah hingga waktunya makan sahur.
yach... begitulah sekelumit perbedaan yang saya rasakan ada nuansa berbeda.

8 November 2008

Secangkir kopi tubruk panas hangatkan segalanya..

Musim hujan telah datang, seperti daerah-daerah lain di desa tempat kami hidup pun hujan hampir tiap hari datang dan membasahi bumi dimana kami berada. Bagi petani didesa kami hujan adalah berkah TUHAN yang sangat ditunggu-tunggu, karena dengan air hujan inilah petani-petani didesa kami bercocok tanam, panen dan menghidupi keluarga.
Udara dingin menusuk tulang terasa juga meski saya tidak lagi hidup dikota malang lagi, kopi tubruk bikinan semdiri selalu saya buat untuk menghangatkan tubuh dan suasana.