Tampilkan postingan dengan label kampung. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kampung. Tampilkan semua postingan

28 Agustus 2011

Tradisi malam ganjil 21 dan 27 di bulan Romadhan

Banyak cara untuk menandakan datangnya malam ganjil utamanya malam 21 dan 27 pada malam dibulan romadhan. Mungkin di hampir seluruh wilayah indonesia memiliki ciri khas tersendiri untuk menandai malam tersebut.
Di desa kami tepatnya di hampir seluruh kecamatan batang-batang sumenep memiliki tradisi unik yaitu menandai datangnya malam ganjil 21 dan 27 dengan mengadakan slametan biasanya memotong ayam pada malam 21 dan membuat nasi ketan pada malam 27. dan kemudian bagi yang sudah menikah atau memiliki mertua biasanya akan sowan ke mertua sambil membawa masakan tersebut. Namun tradisi ini semakin memudar seiring dengan waktu padahal sangat disayangkan.
Dan ada masakan yang unik ketika malam 27 yaitu minuman pendamping ketan, yaitu kami menyebutnya dengan sarekaje (minumam srikoyo) yang terbuat dari santan yang dimasak dan dicampur telor ayam. ini yang menimbulkan rasa lebih nikmat pada saat menyantap olahan ketan.

Anda tertarik untuk mencoba olahan ketan + Sarekaje silahkan datang kedesa kami. :)

11 September 2010

Mudik : Sebuah Fenomena Sosial

"Jabir ra. Berkata : Rasulullah SAW datang ke Madinah, sedangkan bagi penduduk Madinah ada dua hari yang mereka ( bermain-main padanya dan merayakannya dengan berbagai permainan). Maka Rasulullah SAW bertanya : " Apakah hari yang dua ini ? " Penduduk Madinah menjawab : " Adalah kami dimasa jahiliyah bergembira ria padanya ". Kemudian Rasulullah bersabda : " Allah telah menukar dua hari itu dengan yang lebih baik yaitu Idul Adha dan Idul Fithri ". (HR Abu Dawud)

Sebenarnya Idul Fithri pertama-tama mengandung makna keruhanian. Tetapi dikarena dimensi sosial yang terjadi begitu besarnya, khususnya dimensi kekeluargaannya, maka Idul Fitri juga memiliki makna sosial yang sangat besar.

Sebenarnya jika kita menengok sebentar ke negeri paman sam : sekedar pengalaman singkat saya, disana juga ada satu hari yang memiliki kesan sosial yang amat besar yaitu Thanks Giving Day, Dimana kejadian seperti mudik di indonesia juga terjadi disana. Antusiasme yang begitu besar untuk sekedar makan bersama keluarga juga terjadi disana. Sama kan dengan yang terjadi di indonesia ketika Idul Fitri jutaan pemudik akan membanjiri setiap sudut jalan di indonesia baik yang urban bahkan yang bekerja/kuliah di luar negeripun akan pulang kampung. Tapi ada hal yang sangat kuat dimana kita harus mudik dan bertemu dengan keluarga dan tidak sekedar berkumpul dan makan bareng terlebih dari itu adalah suasana haru ketika seluruh anggota keluarga berkumpul dan saling mengucapkan "Taqoballallhu minna wa mnigkum" dan "Mina Aidzin wal Faizin", inilah sesungguhnya detik-detik yang begitu kuat daya magnetnya sehingga kiranya kurang Afdol jika kita mengucapkan mohon maaf hanya lewat media komunikasi.

14 Mei 2010

Kemana Dana APBN pendidikan kami?

Prestasi dunia pendidikan indonesia (SD, SMP, SMA, PT) sungguh amat membanggakan, kita hampir pasti masuk kedalam kategori Finalis dan juara di hampir setiap event internasional ( olimpiade matematika, fisika ), tapi apakah hal tersebut sudah menunjukkan kualitas pendidikan ditanah air ; ingat tanah air kita bukan hanya dikota-kota tempat sekolah elit dengan SPP jutaan rupiah perbulan tapi justru pendidikan kita lebih banyak bertebaran di daerah-daerah, desa-desa, kampung-kampung pedalaman-pedalaman yang jauh dari apa yang kita sebut-sebut sebagai teknologi, jangankan teknologi listrik saja tidak ada.
Lalu apa yang menjadi dasar dari tingkat kemajuan/peningkatan dibidang pendidikan, maaf tiap tahun standar kelulusan terus naik apakah itu yang menjadi dasar, lalu apakah tidak pernah terfikir seiring dengan tingkat standar kelulusan yang naik maka kecemasan, ketakutan, keragu-raguan terus juga menaik, takut tidak lulus, takut mengulang ujian lagi (ini lagi yang terkadang harus dipikirkan ulang), seiring dengan itu semua kecurangan-kecurangan juga terus naik, entah yang dilakukan oleh siswa sendiri karena takut lulus atau oleh oknum-oknum tertentu yang ingin mencari keuntungan semata dengan menawarkan jasa gelap (bocoran soal, kunci jawaban, dan kecurangan lain) semakin meningkat.
Ditahun ini dana pendidikan dinaikkan menjadi 20% dari APBN, semoga dengan naiknya dana pendidikan dana yang dikorupsi juga naik, karena menurut ICW telah terjadi Korupsi di Dinas yang seharusnya mencerdaskan bangsa ini :"Dalam laporannya, ICW menyebutkan dugaan korupsi di sejumlah daerah, antara lain Tasikmalaya dengan kerugian negara Rp1,7 miliar, Garut (Rp4,5 miliar), dan Simalungun (Rp18 miliar). (T.F008/B013/R009)", semoga bapak-bapak yang terhormat menjadi sadar bahwa korupsi hanya akan menyengsarakan rakyat termasuk anak cucunya sendiri nantinya.Dan semoga infrasturuktur pendidikan seperti bangunan sekolah diperbaiki sehingga timbul rasa aman dan nyaman ketika harus belajar, karena terus terang sekolah SD dimana saya belajar dulu sampai sekarang hanya memiliki 2 ruang kelas dan kemudian disekat-sekat untuk dijadikan 6 kelas, ironi sungguh ironi, mulai saya SD kelas 3 tahun 1988 harus belajar desak-desakan dengan hanya 2 kelas. Semoga pemerintah provinsi, dan pusat memikirkan hal ini, dan sadar bahwa masih banyak dana yang dibutuhkan sekolah-sekolah dari pada harus mereka korupsi.

25 November 2009

MUDIK - Hari Raya Idul Adha


Indonesia terkenal dengan banyaknya budaya, apalagi kalo sudah masuk kedalam kehidupan masyarakat pedesaan.... wah gak terbilang banyaknya budaya-budaya lokal yang belum terekpose kedalam pemberitaan media massa. Tapi siapa yang tidak akan mengenal budaya yang satu ini yaitu budaya "MUDIK" , budaya atau tren pada masyarakat kita, Nah ngomong2 masalah mudik... bagaimana dengan Hari raya Idul Adha akankah rame juga ya...tapi sejauh ini media massa tidak begitu gencar memberitakan mudik di hari raya idul adha tahun ini. Di madura mungkin berbeda dengan didaerah-daerah lain di indonesia , jika di daerah lain pada hari raya idul adha tidak begitu semeriah hari raya idul fitri, dimadura lain lagi terkadang di hari raya idul adha justru lebih meriah lagi.
Mungkin Fenomena inilah yang membuat Mudik tidak begitu marak dipulau jawa, tapi khusus pulau madura mudik di hari raya idul adha tetap rame sebagaimana layaknya mudik di hari raya idul fitri.

15 September 2009

Sekelumit lebaran di kampung kami

Bagi orang kampung seperti saya hari raya merupakan hari yang sangat indah, teringat masih kecil saya dimana hari raya merupakan lembaran baru, baru segala-galanya mulai pakaian, cat rumah dll dan juga saya yakin ini juga terjadi pada hampir setiap umat muslim di indonesia. Bahkan ketika hari raya hal yang terkadang dilarang bagi anak kecil didesa kami menjadi hal yang diperbolehkan seperti merokok, diluar hari raya pastinya dimana saja anak kecil (anak SD) dilarang oleh orang tuanya untuk merokok tapi didesa kami ketika hari raya anak seumuran itu diperbolehkan oleh orang tuanya bahkan terkadang di belikan oleh orang tua. lucu ya.. tapi jangan coba2 setelah hari raya untuk merokok lagi.
ada cerita lucu ketika saya masih kecil, waktu itu kami sekelompok ( karena biasanya kita keliling silaturrahim berkelompok sesama teman2 seumuran) bertamu disalah seorang tetangga jauh kami sekitar 1 km dari rumah kami dengan jalan kaki ketika bertamu saya dengan bangganya menyalakan rokok yang ada disaku dengan menggunakan korek api kayu, setelah rokok saya nyalakan dengan enaknya saya membuang bebas sisa kayu korek yang masih ada sisa apinya, kopipun disuguhkan oleh tuan rumah, tanpa disadari korek yang saya buang itu jatuh di tumpukan jerami kering yang ada di samping tempat saya duduk bersama dengan teman2, yach... alamat deh.. tumpukan jerami tersebut kebakar bersama dengan warung tempat jerami itu disimpan. akhirnya silaturahmi yang seyogyanya kami lakukan dengan canda dan keakraban berubah dengan hiruk pikuk memadamkan kobaran api.