Prestasi dunia pendidikan indonesia (SD, SMP, SMA, PT) sungguh amat membanggakan, kita hampir pasti masuk kedalam kategori Finalis dan juara di hampir setiap event internasional ( olimpiade matematika, fisika ), tapi apakah hal tersebut sudah menunjukkan kualitas pendidikan ditanah air ; ingat tanah air kita bukan hanya dikota-kota tempat sekolah elit dengan SPP jutaan rupiah perbulan tapi justru pendidikan kita lebih banyak bertebaran di daerah-daerah, desa-desa, kampung-kampung pedalaman-pedalaman yang jauh dari apa yang kita sebut-sebut sebagai teknologi, jangankan teknologi listrik saja tidak ada.
Lalu apa yang menjadi dasar dari tingkat kemajuan/peningkatan dibidang pendidikan, maaf tiap tahun standar kelulusan terus naik apakah itu yang menjadi dasar, lalu apakah tidak pernah terfikir seiring dengan tingkat standar kelulusan yang naik maka kecemasan, ketakutan, keragu-raguan terus juga menaik, takut tidak lulus, takut mengulang ujian lagi (ini lagi yang terkadang harus dipikirkan ulang), seiring dengan itu semua kecurangan-kecurangan juga terus naik, entah yang dilakukan oleh siswa sendiri karena takut lulus atau oleh oknum-oknum tertentu yang ingin mencari keuntungan semata dengan menawarkan jasa gelap (bocoran soal, kunci jawaban, dan kecurangan lain) semakin meningkat.
Ditahun ini dana pendidikan dinaikkan menjadi 20% dari APBN, semoga dengan naiknya dana pendidikan dana yang dikorupsi juga naik, karena menurut ICW telah terjadi Korupsi di Dinas yang seharusnya mencerdaskan bangsa ini :"Dalam laporannya, ICW menyebutkan dugaan korupsi di sejumlah daerah, antara lain Tasikmalaya dengan kerugian negara Rp1,7 miliar, Garut (Rp4,5 miliar), dan Simalungun (Rp18 miliar). (T.F008/B013/R009)", semoga bapak-bapak yang terhormat menjadi sadar bahwa korupsi hanya akan menyengsarakan rakyat termasuk anak cucunya sendiri nantinya.Dan semoga infrasturuktur pendidikan seperti bangunan sekolah diperbaiki sehingga timbul rasa aman dan nyaman ketika harus belajar, karena terus terang sekolah SD dimana saya belajar dulu sampai sekarang hanya memiliki 2 ruang kelas dan kemudian disekat-sekat untuk dijadikan 6 kelas, ironi sungguh ironi, mulai saya SD kelas 3 tahun 1988 harus belajar desak-desakan dengan hanya 2 kelas. Semoga pemerintah provinsi, dan pusat memikirkan hal ini, dan sadar bahwa masih banyak dana yang dibutuhkan sekolah-sekolah dari pada harus mereka korupsi.
Nama Saya Herman Santoni, lahir di Songenep (Sumenep) sebuah kota kecil yang penuh dengan keindahan alam dan kelezatan kuliner.
Tampilkan postingan dengan label flash back. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label flash back. Tampilkan semua postingan
14 Mei 2010
7 Mei 2010
Mau dibawa kemana hidup kita??
Terkadang jika seseorang mengalami jalan buntu dalam sebuah persoalan, dia akan melakukan hal-hal bodoh (karena hanya orang yang tidak berfikir panjang yang akan melakukannya) atau bahkan melakukan perbuatan yang saya yakin semua agama dan keyakinan mengutuk pelakunya yaitu bunuh diri.
Mungkin kita tidak pernah berfikir bahwa hidup ini terlalu indah untuk diakhiri, bahwa persoalan itu pasti ada, bahwa permasalahan itu pasti timbul. Tindakan negatif yang terjadi hanya karena :
Mungkin kita tidak pernah berfikir bahwa hidup ini terlalu indah untuk diakhiri, bahwa persoalan itu pasti ada, bahwa permasalahan itu pasti timbul. Tindakan negatif yang terjadi hanya karena :
- Kurangnya pemahaman yang benar terhadap suatu masalah.
- Tidak adanya support / perhatian dari keluarga atau sahabat.
- Seseorang yang terlalu tertutup dan cenderung memendam persoalan seorang diri.
- Lemahnya Iman
- Perbanyak pengetahuan dengan membaca buku-buku tentang kehidupan, kegagalan, spirit.
- Dekatlah dengan keluarga (Ibu, Bapak, Kakak, Adik, Istri, Suami dll..)
- Cobalah minta pendapat orang terdekat dengan kita untuk suatu persoalan.
- Dekatkan diri pada Tuhan dan mintalah petunjuk-NYA untuk keluar dari persoalan yang sedang melanda.
5 September 2009
Memasuki separuh jalan
Tak terasa kaum muslim telah menempuh separuh jalan dalam menunaikan ibadah puasa, sesuatu yang pantas kita tanyakan bagaimana kualitas puasa kita..? adakah peningkatan dari hari kehari atau dari puasa tahun sebelumnya?, terlepas dari semua itu yang terpenting adalah puasa merupakan TERAPI kata teman saya (bapak UNTUNG pegawai telkom sumenep), memang betul puasa merupakan suatu terapi LAHIRIAH dan BATINIAH, puasa merupakan bulan koreksi diri mungkin dari yang sebelumnya tidak pernah memperhatikan lingkungan sekitar kita nah pada bulan ini kita di imbau untuk memperhatikan, coba kita tengok siaran di telivisi begitu antusiasnya saudara muslim kita yang memberikan santunan.
Nah sehubungan dengan telah kita jalan ibadah puasa selama 15 hari ini, ada momen yang begitu pentingnya dalam bulan romadhan yaitu turunnya Al-Qur'an yang bertepatan dengan hari ke 17 bulan romadhan (2 hari lagi).
Nah sehubungan dengan telah kita jalan ibadah puasa selama 15 hari ini, ada momen yang begitu pentingnya dalam bulan romadhan yaitu turunnya Al-Qur'an yang bertepatan dengan hari ke 17 bulan romadhan (2 hari lagi).
26 Desember 2008
Memperingati Tsunami ke 4 tahun
Mungkin kita mungkin hampir melupakan peristiwa yang begitu membekas dinegeri ini khususnya Serambi Mekah Nangroe Aceh Darussalam : " Bencana Alam Tsunami " yang telah menewaskan ratusan ribu jiwa. Sudah 4 tahun lalu bencana tersebut melanda negeri ini: Apa yang telah diperbaiki di NAD? Bagaimana kondisi Saudara-saudara kita disana?. Sepertinya kita sudah hampir melupakan mereka, tidak seperti ketika tragedi tersebut baru terjadi semua orang dari seluruh belahan dunia manapun turut memberikan simpati.
Saudara-saudaraku nun jauh disana, Do'a kami untuk kalian.
Saudara-saudaraku nun jauh disana, Do'a kami untuk kalian.
Langganan:
Komentar (Atom)