Tampilkan postingan dengan label idul fitri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label idul fitri. Tampilkan semua postingan

30 Agustus 2011

Lagi-lagi berbeda.......

Ketika hari minggu kemarin semua orang sudah yakin dan menyiapkan segala sesuatunya guna merayakan hari kemenangan pada hari selasa, 30 Agustus 2011, Namun hingga senin malam selepas isya' kok tidak ada tanda-tanda akan adanya hari raya (bersama), hanya di 2 tempat saja yang terdengar takbir.

Sepertinya kebersamaan dinegeri ini memang sedang kritis, nggak tau juga apa karena memang perbedaan pendapat seperti kata elit alim ulama dan elit negara dinegeri ini? aneh... yang kemudian mereka akan menjadikan alasan bahwa "perbedaan itu adalah rahmat." :), yah... mudah-mudahan saja memang karena perbedaan keilmuan bukan karena perbedaan yang didasarkan pada hal-hal lain.
Sungguh mungkin tidak hanya saya tapi setiap masyarakat sangat menginginkan kebersamaan dalam melaksanakan hari raya Idul Fitri di negeri ini. Dan semoga hal seperti ini tidak akan terulang lagi ditahun-tahun yang akan datang.

11 September 2010

Mudik : Sebuah Fenomena Sosial

"Jabir ra. Berkata : Rasulullah SAW datang ke Madinah, sedangkan bagi penduduk Madinah ada dua hari yang mereka ( bermain-main padanya dan merayakannya dengan berbagai permainan). Maka Rasulullah SAW bertanya : " Apakah hari yang dua ini ? " Penduduk Madinah menjawab : " Adalah kami dimasa jahiliyah bergembira ria padanya ". Kemudian Rasulullah bersabda : " Allah telah menukar dua hari itu dengan yang lebih baik yaitu Idul Adha dan Idul Fithri ". (HR Abu Dawud)

Sebenarnya Idul Fithri pertama-tama mengandung makna keruhanian. Tetapi dikarena dimensi sosial yang terjadi begitu besarnya, khususnya dimensi kekeluargaannya, maka Idul Fitri juga memiliki makna sosial yang sangat besar.

Sebenarnya jika kita menengok sebentar ke negeri paman sam : sekedar pengalaman singkat saya, disana juga ada satu hari yang memiliki kesan sosial yang amat besar yaitu Thanks Giving Day, Dimana kejadian seperti mudik di indonesia juga terjadi disana. Antusiasme yang begitu besar untuk sekedar makan bersama keluarga juga terjadi disana. Sama kan dengan yang terjadi di indonesia ketika Idul Fitri jutaan pemudik akan membanjiri setiap sudut jalan di indonesia baik yang urban bahkan yang bekerja/kuliah di luar negeripun akan pulang kampung. Tapi ada hal yang sangat kuat dimana kita harus mudik dan bertemu dengan keluarga dan tidak sekedar berkumpul dan makan bareng terlebih dari itu adalah suasana haru ketika seluruh anggota keluarga berkumpul dan saling mengucapkan "Taqoballallhu minna wa mnigkum" dan "Mina Aidzin wal Faizin", inilah sesungguhnya detik-detik yang begitu kuat daya magnetnya sehingga kiranya kurang Afdol jika kita mengucapkan mohon maaf hanya lewat media komunikasi.

6 September 2010

Persiapan Idul Fitri

Puasa telah kita lalui bersama (bukan hanya dilalui tapi kita laksanakan), tak terasa hari kemenangan sudah diambang pintu, menunggu untuk disambut dengan segala keindahan akan fitrinya diri. Nah..... berbicara tentang diri yang fitri kembali pada ke fitrahan seorang hamba...., apakah kita juga yakin bahwa diri kita akan kembali fitrah di hari yang fitri?, apakah standar untuk menjadi seorang hamba yang fitrah kita laksanakan??, sudahkah kita mengintip diri kita, apakah kita akan termasuk pada golongan orang-orang yang akan mendapatkan ijazah fitrah setelah 1 bulan penuh kita berpuasa? tidakkah kita intro dulu kedalam diri, jiwa, pikiran, hati kita sebelum kita sanggup menerimanya?
Terlepas dari itu semua kita harus yakin dan meyakini apa yang telah kita kerjakan dan juga kita mesti yakin bahwa kita akan mendapatkan apa yang telah Allah janjikan jika kita telah memenuhi segala syarat dan ketentuan-ketentuan yang telah ditetapkan-NYA, karena keyakinan juga merupakan syarat yang juga akan menentukan titik akhir.
Semoga di bulan puasa kali ini kita akan terlahir kembali di hari yang fitri, yang insyAllah akan jatuh pada hari jum'at, tanggal 10 September 2010. Amien...

25 November 2009

MUDIK - Hari Raya Idul Adha


Indonesia terkenal dengan banyaknya budaya, apalagi kalo sudah masuk kedalam kehidupan masyarakat pedesaan.... wah gak terbilang banyaknya budaya-budaya lokal yang belum terekpose kedalam pemberitaan media massa. Tapi siapa yang tidak akan mengenal budaya yang satu ini yaitu budaya "MUDIK" , budaya atau tren pada masyarakat kita, Nah ngomong2 masalah mudik... bagaimana dengan Hari raya Idul Adha akankah rame juga ya...tapi sejauh ini media massa tidak begitu gencar memberitakan mudik di hari raya idul adha tahun ini. Di madura mungkin berbeda dengan didaerah-daerah lain di indonesia , jika di daerah lain pada hari raya idul adha tidak begitu semeriah hari raya idul fitri, dimadura lain lagi terkadang di hari raya idul adha justru lebih meriah lagi.
Mungkin Fenomena inilah yang membuat Mudik tidak begitu marak dipulau jawa, tapi khusus pulau madura mudik di hari raya idul adha tetap rame sebagaimana layaknya mudik di hari raya idul fitri.

27 September 2009

Apa yang kita peroleh..???

Bulan puasa telah kita lalui, sebulan penuh gemblengan rohani telah kita jalani hingga hari raya idul fitri sebagai simbol kemenangan kita terhadap berbagai cobaan. godaan dan rayuan duniawipun telah kita laksanakan, Nah sekarang yang mejadi renungan bagi kita selanjutnya adalah apa yang telah kita peroleh dari semua itu dan akankan semua yang telah kita laksanakan dan kemenangan yang jua telah kita raih akan membekas dan berlanjut pada hari-hari, bulan-bulan setelah bulan syawal ini.
Semoga semuanya tidak hanya temporal dan ceremonial saja. terkadang gurauan diantara teman-teman saya juga pernah terlontar kenapa kita terakdang kembali ke asal muasal kita lagi seperti sebelum bulan puasa. misalnya jika pada saat bulan puasa kita rajin melakukan sholat sunnah Trawih bahkan Tahajjud, nah setelah bulan puasa lambat laun hilang dan terkadang bahkan tidak pernah kita melakukan sholat sunnah Tahajjud, jika pada pada bulan puasa kita rajin sedaqoh, setelah bulan puasa kita jarang dan bahkan tidak melakukannya lagi. dan banyak lagi aktifitas ibadah yang sering kita lakukan dibulan puasa semuanya sirna dan tidak pernah kita lakukan setelahnya. Nah ini yang saya tanyakan apa yang kita peroleh selama bulan puasa ?, yach.. yang namanya peroleh tentunya untuk bulan-bulan selain bulan puasa hal yang kita peroleh selama bulan puasa akan kita lakukan/amalkan setelah bulan puasa.
Mari kita saling mengingatkan, dan usahakan apa yang kita telah jalani selama bulan puasa kita juga akan menjalankannya di hari di luar bulan puasa.

20 September 2009

Selamat Hari Raya Idul Fitri

Hilangkan s'gala rasa benci dihati
Hapuskan semua yang akan membuat kita larut dalam dengki
Putihkan noda hitam yang tlah kita buat
yang t'lah dia penah lakukan buat kita
yang t'lah pernah mereka coretkan dalam hati kita
kembalilah pada kemenangan sejati
laksana baru dilahirkan
tatap masa depan dengan pancaran mata gemilang
Songsong esok hari dengan dengan penuh suka cita

"TAQOBBALALLAHU MINNA WA MINGKUM"

15 September 2009

Sekelumit lebaran di kampung kami

Bagi orang kampung seperti saya hari raya merupakan hari yang sangat indah, teringat masih kecil saya dimana hari raya merupakan lembaran baru, baru segala-galanya mulai pakaian, cat rumah dll dan juga saya yakin ini juga terjadi pada hampir setiap umat muslim di indonesia. Bahkan ketika hari raya hal yang terkadang dilarang bagi anak kecil didesa kami menjadi hal yang diperbolehkan seperti merokok, diluar hari raya pastinya dimana saja anak kecil (anak SD) dilarang oleh orang tuanya untuk merokok tapi didesa kami ketika hari raya anak seumuran itu diperbolehkan oleh orang tuanya bahkan terkadang di belikan oleh orang tua. lucu ya.. tapi jangan coba2 setelah hari raya untuk merokok lagi.
ada cerita lucu ketika saya masih kecil, waktu itu kami sekelompok ( karena biasanya kita keliling silaturrahim berkelompok sesama teman2 seumuran) bertamu disalah seorang tetangga jauh kami sekitar 1 km dari rumah kami dengan jalan kaki ketika bertamu saya dengan bangganya menyalakan rokok yang ada disaku dengan menggunakan korek api kayu, setelah rokok saya nyalakan dengan enaknya saya membuang bebas sisa kayu korek yang masih ada sisa apinya, kopipun disuguhkan oleh tuan rumah, tanpa disadari korek yang saya buang itu jatuh di tumpukan jerami kering yang ada di samping tempat saya duduk bersama dengan teman2, yach... alamat deh.. tumpukan jerami tersebut kebakar bersama dengan warung tempat jerami itu disimpan. akhirnya silaturahmi yang seyogyanya kami lakukan dengan canda dan keakraban berubah dengan hiruk pikuk memadamkan kobaran api.